USERID_7746 Planet Terasi 23 May 2008 Kehilangan Kucing dan Kenaikan BBM by Vavai at 23 May 2008 06:08 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Ditengah berita soal pro-kontra kenaikan BBM, terdengar kabar memilukan dari Riau, Pekanbaru - Hati Septina Primawati, istri Gubernur Riau Rusli Zainal, sedang bersedih. Dia kehilangan kucing angora kesayangannya. Untuk menemukan hewan cantik itu, Septina pun menggelar sayembara berhadiah. Sayembara itu tertuang dalam sebuah iklan berwarna yang dipasang pada sebuah harian ternama di Pekanbaru terbitan Kamis 22 Mei. Iklan berukuran 10 X 15 cm itu memuat 2 foto kucing. More... Jadi saudara-saudara, ada yang lebih penting dari kenaikan BBM ternyata. Kehilangan kucing lebih penting daripada kenaikan BBM dan kisruh BLT. Bahkan, Kabag Humas Pemprov Riau pun merasa perlu mengurusinya, Kabag Humas Pemprov Riau K Riski juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Septina sangat sayang terhadap kucing itu. Karena itu, raibnya si meong jelas membuat hati istri orang nomor 1 di Riau tersebut sedih. Apalagi hewan itu sudah dipelihara cukup lama oleh Septina. Berita yang dilansir oleh detik.com memang absurd dan terkesan memojokkan tapi kenyataan yang tertuang dalam berita tersebut justru membuat saya prihatin. Tentu adalah hak seseorang untuk melakukan hobi dan kegiatan tapi adakalanya hak tersebut perlu disesuaikan dengan posisi dan keadaan. Bagaimana menurut anda ? Serba Karbohidrat by Puji at 23 May 2008 05:52 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Tiap hari makannya karbohidrat muluuuuuuu! Sambil makan siang tadi, seorang teman meramalkan bahwa pasca pengumuman kenaikan harga BBM nanti, akan semakin banyak orang yang makan karbohidrat melulu setiap hari. “Bagaimana tidak?” kata teman saya. “Sekarang saja, ketika harga BBM belum dinaikkan harga-harga bahan kebutuhan pokok sudah melambung.” “Oh, begitu ya, Mas?” tanya saya, sekenanya. “Nanti, setelah ada pengumuman bahwa harga BBM naik sekian persen, maka pagi harinya harga-harga di pasar naik lagi. Kasihan istri saya di rumah. Baru ada isu BBM naik, harga beras naik. BBM benar-benar naik, harga beras naik lagi. Parah!” katanya lagi. “Terus, strateginya bagaimana, mas?” tanya saya. “Ya, itu tadi. Akan banyak orang yang tiap hari makannya hanya karbohidrat ‘mulu karena harga lauk seperti telur, ikan dan daging sudah tidak terjangkau gara-gara naik gila-gilaan mengikuti naiknya BBM,” kata teman saya. “Lalu, menunya seperti apa?” tanya saya. “Serba karbohidrat itu ya dimulai dari nasi sepiring penuh, lauknya bakwan, kerupuk, sayur nangka, minumnya cendol! Itu semua sudah bikin perut kenyang. Tapi masalah gizi, jangan tanya ke saya, ya!” katanya. Nyaris semua yang disebutkan teman saya itu memang mengandung karbohidrat yang tinggi. Apa dampak kenaikan BBM bagi Anda? Foto: Firda di Flickr Perl 6: sucks or rules? by Steven at 23 May 2008 04:05 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Mari tanya om Gugel: perl6 sucks = 12 ribu result, perl6 rules = 51 ribu result. Jadi: jelas-jelas Perl 6 rules! (Oke, gak objektif karena “rules” sebetulnya adalah bagian dari spesifikasi regexes/grammar Perl 6 , jadi tentu akan sering disebutkan bersama2x.) Tapi still, menurut saya pribadi, Perl6 rules, terutama bagi programer Perl. Perl 6 berjanji akan memperbaiki “semua” kekurangan2x Perl 5, membuatnya jadi tetap (dan lebih) kompetitif dibandingkan bahasa2x lain yang menjadi saingannya, namun sambil membuat Perl 6 tetap berjiwa Perl. Dan melihat spesifikasi yang ada sejauh ini, keliatannya janji tersebut akan cukup terpenuhi. Di posting-posting blog mendatang, kalo ada waktu dan mood, saya akan mencoba posting beberapa fitur baru dari Perl 6 yang cool banget gitu loh. Ada 2 argumen paling popular seputar mengapa Perl 6 sucks. Yang pertama adalah: Perl 6 is a mess. Dan biasanya yang menjadi titik sorot adalah dua aspek: sigil (Perl 6 bukannya menyederhanakan atau menghilangkan sigil alias prefiks $, @, % pada variabel, tapi malah menambah kompleks dengan menambahkan twigil seperti $*, $^, %., dll) dan operator (Perl 6 menambah jumlah operator jadi banyak sekali, totalnya di atas 100!). Sehingga berpotensi membuat line noise yang lebih parah lagi. Yang kedua adalah: Perl 6 is vaporware. 8 tahun berlalu sudah sejak proyek Perl 6 diumumkan 2000 silam. Sampai sekarang, kita belum melihat ada satupun implementasi Perl 6 yang lengkap. Jangankan itu, beberapa aspek bahasa spesifikasinya pun masih belum ada, contohnya spesifikasi utk security, kompilasi, dan command line interface. Untuk argumen pertama, saya curiga kebanyakan orang yang meluncurkannya adalah bukan pemakai Perl, atau pemakai Perl yang diam2x berharap bahwa versi berikut Perl akan jadi lebih seperti Python atau Ruby, sehingga mereka kecewa karena kenyataannya tidak sesuai dengan harapan mereka. Di mata mereka, Perl 1 through 5 are a mess anyway. Sigil & twigil Sesuai dengan ciri khas Perl, memang Perl 6 mempertahankan keberadaan sigil. Hilangnya sigil sama sekali akan membuat terlalu banyak perubahan visual, sehingga ciri khasnya hilang. Namun setidaknya Perl 6 membuat sedikit penyederhanaan pada sigil, dengan membuat prefiks sebuah sigil tetap: $ary[0] di Perl 5 kini tetap @ary[0]. $hash{’key’} kini tetap ditulis %hash{’key’}. Sementara keberadaan twigil sebetulnya amat membantu karena memberi indikasi scope (sigil sendiri memberi indikasi jenis data). Dan karena di Perl 6 ada banyak scope tambahan, keberadaan twigil-twigil ini justru membantu keterbacaan. Contohnya, sekarang kita bisa menandai semua variabel global dengan $*FOO. Sebelumnya, kita harus mengandalkan konvensi huruf besar dan kecil. Lalu untuk membedakan atribut objek, kita dapat menggunakan $.foo (IMHO lebih enak dibaca/diketik ketimbang self.foo). Untuk parameter subrutin, disediakan penanda $^foo dan $:foo. Bahkan untuk POD disediakan variabel-variabel $=foo sehingga kita bisa mengaksesnya dari program. Tentu saja, twigil tidak harus ditambahkan kecuali jika perlu dan ingin. Jika ada variabel tanpa twigil, scopenya akan dicari sesuai urutan. Keberadaan twigil dapat mengurangi ambiguitas jika diperlukan, dan jika ditambahkan akan meningkatkan keterbacaan. Operator Di Perl 6, operator sebetulnya gak lebih dari fungsi yang punya nama aneh (dan biasanya berupa simbol). Jadi, operator adalah shortcut. Untuk membantu programer menjadi lebih produktif, Perl 6 menyediakan banyak shortcut. Shortcut-shortcut ini diciptakan setelah melihat pola pemakaian programer Perl 5 selama bertahun-tahun. Jumlah operator yang katanya mencapai 100 lebih ini pun sebetulnya merupakan total kombinasi saja. Seperti diketahui, Perl 6 memiliki konsep metaoperator (atau modifier operator), di mana sebuah operator (seperti +, -, *, =, dll) dapat dikombinasikan dengan metaoperator sehingga menghasilkan satu set operator lagi, sehingga total jumlahnya banyak. Contohnya, untuk grep dan map yang sering sekali dilakukan (dan reduce, yang sebelumnya gak ada builtinnya di Perl 5), kini ada shortcutnya yaitu hyper (meta)operator dan reduction (meta) operator. Jika di Perl 5 kita menulis: @c = map { $a[$_] + $b[$_] } 0..$#a; maka di Perl 6 kita bisa menulis: @c = @a >>+<< @b; karena hyperoperator >><< otomatis mengaplikasikan operator + bagi semua elemen list. Sementara metaoperator [] merupakan padanan metode inject seperti di Ruby. Sehingga jika di Perl 5 kita menulis: $r = 0; for (@ary) { $r += $_ } atau di Ruby: [1, 2, 3].inject{|x, y| x+y} di Perl 6 dapat ditulis: $r = [+] @ary; Contoh-contoh lain: P5: $_++ for @ary; P5: for (@ary) { $_++ } P6: @ary >>++; P5: @min = map { $a[$_] < $b[$_] ? $a[$_] : $b[$_] } 0..$#a; P6: @min = @a >>min<< @b; # semua Perl 6 $hasil_kali = [*] @a; $faktorial = [*] 1..$n; $sorted = [<] @a; # true if @a[0] < @a[1] < @a[2] < … $min = [min] @a; $min = [min] @a; Memang efek samping dari banyaknya operator ini adalah, Perl nampak makin tidak terbaca bagi seseorang yang asing dengan Perl. Tapi what’s wrong with that? Seseorang yang tidak pernah belajar huruf Kanji juga tidak bisa membaca teks Jepang atau Mandarin kan? Vaporware Memang untuk yang ini sulit dibuat penyanggahnya, karena saat ini Perl 6 *is* a vaporware. Tapi meskipun tidak bisa disanggah, setidaknya kita dapat memaklumi. Cobalah menempatkan diri pada posisi Larry Wall. Ciptaan Anda, Perl 5, telah begitu sukses dan terus dipakai 13 tahun setelah pertama kali dirilis (dan kemungkinan akan terus dipakai setidaknya 13 tahun lagi). Sekarang, setelah kemajuan zaman dan hadirnya bahasa2x baru, Anda diharapkan membuat generasi berikutnya yang tentunya diharapkan akan bertahan setidaknya 10 tahun ke depan juga. Tidak hanya bertahan, tapi juga harus kompetitif dan mampu membuat para hacker tertarik memainkan bahasa Anda setidaknya selama beberapa tahun. Andaikan Anda hanya membuat just another Ruby clone atau Perl with Ruby & Python features , kebanyakan orang pasti akan berkomentar, “meh,” dan mungkin akan memakai Python & Ruby saja sekalian. Tidak, pikir Anda, Anda tentu harus berimajinasi dan memikirkan banyak hal baru dan inovatif untuk dimasukkan dalam bahasa baru Anda ini. Dan Larry Wall + komunitas Perl memang telah banyak mencoba mendesain banyak hal ambisius: seperti mencoba mendesain ulang sintaks regex yang telah puluhan tahun stabil (atau stagnan), merangkum berbagai paradigma dan fitur2x yang cool banget gitu loh (OO, fungsional, static typing, you name it) sambil tetap membuatnya opsional karena tak ingin memaksa user memakainya jika tak ingin. Saking ambisiusnya, sampai kini belum ada implementasi Perl 6 yang lengkap (walaupun bulan-bulan terakhir Parrot dan Rakudo mengalami percepatan momentum). Tapi gak masalah. Perl 6 adalah, in some respects, sebuah eksperimen. Perl 6 juga tidak diciptakan melulu untuk menyelesaikan masalah2x yang ada sekarang , melainkan juga masalah2x yang akan lebih relevan 5-10 tahun mendatang (seperti konkurensi dan interoperasi antarbahasa skripting). Untuk masalah2x yang harus dipecahkan sekarang, there’s always production-ready Perl 5 yang tetap dimaintain dan dikembangkan. Pandangan Seputar Hilangnya Joko Suprapto (Mengapa Energi Alternatif Sulit Diluncurkan) by Adinoto at 23 May 2008 04:04 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Berita pagi ini dari detik soal hilangnya Joko Suprapto kembali merefresh ingatan tua saya soal kejadian serupa di seluruh penjuru dunia. Bruce De Palma pada tahun 1977 misalnya, salah seorang akademis dari MIT yang menemukan N-machine berbasis Faraday Disc, menemukan mesin yang memiliki efisiensi lebih besar dari 200 persen dari inputnya sehingga Palma juga kelaut menjelang pengujian mesin revolusionernya itu. Efisiensi 200 persen berarti output yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan dengan inputnya, alias mesin dapat self-powered, dan bagi sebagian orang dinyatakan sesuatu yang mustahil karena dianggap melanggar hukum thermodinamika kedua . Hukum thermodinamika kedua secara eksplisit menyatakan energi yang dihasilkan tidak akan bisa mencapai 100%, karena sebagian akan diubah menjadi kalor. Pembuktian bahwa efisiensi mesin bisa mencapai lebih dari 100% bagi sebagian orang dianggap absurd. Ok, saya akan coba memberikan pandangan selaku fisikawan. Jelek-jelek gini pernah mengenyam pendidikan fisika loh Bagi saya semua yang namanya postulat (hukum kekekalan) itu adalah proses yang diperoleh dari deduksi. Jadi wajar kalo dalam pemetaannya butuh proses untuk mengerti alam semesta ini. Jadi tidak ada yang namanya “melanggar” hukum kekekalan fisika seperti halnya konsep Efisiensi N mesin tersebut. Mirip seperti kasus penemuan seorang Einstein , beliau menemukan postulat untuk objek-objek yang besar (keliatan mata) namun bergerak dengan kecepatan sangat tinggi (kecepatan cahaya). Lah yang ditemukan Schrodinger juga luar biasa, mencoba memetakan objek-objek kecil (seperti gelombang, itu loh kenapa handphone anda bisa menerima sinyal ), dengan kecepatan sub sonic (dibawah kecepatan cahaya). Nah kalo fisika kelas SMP kan diajarin F= m.a alias objek-objek besar dengan kecepatan rendah (misalnya anda mo menghitung kecepatan mobil dan daya (force) mobil anda). Bisa pake mekanika klasik. Mo pake Schrodinger equation yang jauh lebih menjelimet itu juga hasilnya akan sama saja. Valid makanya. *sorry ga boleh komplain soal gambar, ngegambarnya udah gemeteran, maklum pake Microsoft Word ga ada tools lain sementara waktu nulis Jadi konsep dahulu bahwa Partikel itu berbeda dengan Wave (gelombang) ini kemudian dipatahkan jadi dikenal (walaupun orang awam kurang populer) dengan konsep Wave-particle dimana disetiap ada partikel ada gelombang juga, dimana ada gelombang ada partikel juga (menjelaskan kenapa gelombang bisa menyalurkan kangen anda via pulsa murah paket operator sekem malam hari, karena gelombang itu punya “massa” juga ternyata seperti partikel). Untuk gelombang dan partikel mungkin agak sulit diterima nalar orang awam, tapi keberadaan Magnet dan Listrik sudah lebih diterima publik (dan engineer). Sehingga Konsep Elektromagnet bukan barang obrolan aneh lagi, yaitu dimana ada magnet akan menghasilkan listrik, dan dimana ada listrik akan menghasilkan magnet. Dalam dunia elektromagnetism kita kenal mbah nya adalah Nichola Tesla . Beliau yang bertindak sebagai asisten Thomas Alva Edison , merupakan salah satu seharusnya dianggap sebagai Bapak Kelistrikan, Thomas menemukan DC current, dan Telsa menemukan AC (Alternating Current) juga dipakai dalam range yang medium elektronik yang ada sekarang. Konsep lain yang menarik adalah energi yang dihasilkan dari pengubahaan struktur molekul Air (H2O = H-O-H) menjadi (H-H-O), dengan pemisahan ini maka akan dihasilkan energi luar biasa dan clean energy. Metoda ini yang dipakai oleh salah seorang “inventor” di TV beberapa hari lalu yang menggunakan air sebagai penghemat bahan bakar motor dan mobil. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan “temuan” ini, karena semua ilmunya ada di internet. Seorang rekan saya juga sudah bermain-main dengan ini 7-8 tahun yang lalu. Masalahnya kenapa tidak ada yang proven? Beberapa konsep soal bahwa energi alternatif itu adalah “To boldly move where no man has gone before” *bergaya StarTrek tidak sesederhana itu. Selain bahwa seluruh ilmu, teori dan praktek tadi harus dilakukan, ada kekuatan lain yang tidak menginginkan energi gratis ini menyeruak menggantikan Fossil Fuel. Loh kenapa? Ya jelaslah boss, lah ini kita bicara Trilyun Dollar business, kalo ga kenapa juga Amerika sampe nyekem Irak demi golden barrel itu? Kalo tiba-tiba orang tidak lagi membutuhkan energi dari fossil fuel mau dibawa kemana ekonomi amerika dan ekonomi dunia? Salah lebih sepakat kalo sekarang jamannya dunia tidak lagi dibangun atas bentuk-bentukan negara. Sebenarnya tidak ada lagi yang namanya batas negara, yang ada mereka adalah “Korporasi”. Dengan kepentingan bersama. Dengan adanya ilmu sedemikian terbuka bebas di internet, akankah seorang Joko Suprapto menjadi korban padahal beliau adalah salah seorang warga negara ini yang perduli akan nasib keterpurukan bangsa ini. Akan berapa banyak lagi Joko-Joko lain yang menjadi korban? Energi merupakan bisnis luar biasa, bahkan mengalah bisnis military yang menjadi komoditas utama negara super power. Lah terus gmana dong boss? Wah mana gua tau. Tanya keunapa Hanya ada beberapa negara yang berani mengambil posisi sebagai negara kuat di mata dunia. Indonesia dahulu pernah. Dimana Indonesia diperhitungkan di mata dunia. Semoga Joko ga bener-bener ilang, tapi cuma sedang kabur karena kawin lari lagi ngikutin Rico Ceper Semoga… Amien. Lebih baik ini toh daripada yang tidak-tidak? Trip Day 1 by Willy at 23 May 2008 01:27 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments So my first story began when i left Jogja to Surabaya last Monday using Sancaka at 7.30 AM. We were leaving from Tugu train station because it's near my house. We arrived there at 7.15 AM, so we still have plenty of time before the train departed. We get on the train and we were a little bit surprised when we saw Amien Rais was on the train. It appears that he's not leaving Jogja, but his relatives did (his daughter i guess). At 7.30 AM (no delay), the train departed and we were having five and half hours trip. We arrived at Surabaya around 12.30 PM and we went to the hotel to checked in. The hotel that we picked was Surabaya Plaza Hotel , which is close with the train station and also with any other malls in Surabaya. In front of the hotel is Surabaya's WTC building and in the left side is Delta Plaza (one of the oldest mall in town). If you want to go to Tunjungan Plaza , then it would only take about 10 minutes using a taxi from the hotel. It has a strategic location for those who likes shopping After unpacking our stuffs at the hotel, we went down and ordered a blue bird to go to Supermall Pakuwon Indah SPI . It was big and quite far from our hotel. It took us about 20 minutes (my rough estimation) to reached Pakuwon which was a big mall, just like TP. In this mall (actually it's not only in this mall), i saw an interesting thing about their book store (Tri Megah Book Store, but also in Gramedia in other malls). They dare to uncover one book as a sample book (not all books though) so people could see what's inside the book before they buy it. Sometimes, people wanted to buy books, but they wanted to see what's inside the book first to know exactly the content of the book (mostly for references and imported books because it's expensive). They also provide some seats for people to sit down and have some time reading books without having to stand up for hours. I also saw a higher reading habit in Surabaya rather than in Jogja, mostly for books that requires more concentration. Maybe it's the effect of the sample book i mentioned above. Perhaps Gramedia in Jogja should try this out for several of their books. Give people a chance to take a peek on the book and if they like the book, they will buy the book, since it's inefficient to go to the book store just to read per chapter every day and people usually won't have much time to read the whole book in one day. Pakuwon was a great mall, but i guess they lack of E-Directory services. New people (like me) who haven't been there will be confused and find it harder to shop if we don't know what's in the mall. Also if we get separated, we don't know a good meeting point. By providing a E-Directory services, we will know what floor are we now, how to get to area 1, or any other direction that would help us. We spent our day in Pakuwon and went back around 8.30 PM. After arriving at the hotel again, we rested and watching TV and went to bed earlier since tomorrow, we will have one day shopping 22 May 2008 berlomba-lomba lebih tinggi by Wiryanto at 22 May 2008 11:21 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Sebentar lagi harga BBM akan segera berubah, dan seperti hal lainnya perubahan yang ada adalah untuk suatu yang umumnya dikatakan sebagai suatu kebaikan, karena ada “peningkatan”. Betulkan. JIka seseorang pulang kampung dan dikatakan “wah kamu ada peningkatan nih“. Itu khan artinya orang tersebut terlihat lebih makmur, sukses gitu. Jadi karena harga BBM ada peningkatan maka [...] Escaping Flatland by rahard at 22 May 2008 10:52 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Melanjutkan cerita tentang visualisasi informasi, kemarin saya mencoba meneruskan bacaan. Maklum, listrik sedang “aliran” (alias mati). Jadi saya tidak bisa apa-apa selain baca buku. Buku Edward R. Tufte, “Envisioning Information” saya baca. Bab pertama dari buku tersebut berjudul “Escaping Flatland”. Ceritanya adalah bagaimana kita menyikapi keterbatasan ruang kertas yang hanya dua dimensi. Banyak informasi di sekitar [...] Saat Kupu-kupu Kembangkan Sayapnya by Benny at 22 May 2008 07:31 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Belum lama ini saya sempat berburu kupu-kupu yang berkeliaran di sekitar halaman depan rumah tetangga. Tentunya berburunya dengan menggunakan DSLR Nikon D70 saya Lensa yang terpasang adalah AF-S Nikkor 18-55mm. Pada waktu itu saya mencoba memotret dari samping dan depan pas si kupu-kupu sedang mengembangkan sayapnya. Harus sedikit bersabar dan cepat menekan tombol rana. Ternyata dijepret dari samping atau depan membuat sayapnya terlihat lebih ‘menyala’ berkat cahaya yang menembusi sayap transparannya. Jadi menarik dan indah untuk dipandangi. Beberapa hasilnya adalah sebagai berikut. Sebelumnya, saya juga pernah memotret kupu-kupu saat sedang mengembangkan sayapnya. Waktu itu, saya pakai lensa AF Nikkor 28-200mm. Foto berikut adalah salah satu hasilnya. Change of Look by Willy at 22 May 2008 04:25 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments 21 Cineplex has changed it's website. It's way better than the old black style and it has more contents rather than displaying the current and future movies. The interface is good, but i think they have too many unused steps. Look at the SEARCH MOVIE part. You will be asked name of the city, then name of the theater, and then, name of the movies being played at that theater. When you clicked GO, you will see all of the movies listed on that theater (the movie you selected will be highlighted in red though). It's something useless when you can do that in one or two clicks by looking at the theater section. They added trailer links in each movies, which is a huge improvements on the website. People could see the trailer before the movies are available on the theater. Too bad the full screen option is not yet working (a bug probably?). Several new sections are Slow Motion, The Stars, 21 Exclusive, and Gallery, which are more like a news portal and biography site. It's not completely related with the movie theater, but it does provide some information about artists. It has 11 errors on the main page (checked with HTML Validator Extension ) and 23 Accessibility errors (checked using Wave WebAim ). I'm sure most of the errors can be fixed by the developer. The question is are they willing to fix it? I'd say 8/10. What's your opinion Thomas ? Teman-teman itu adalah Ikan-ikan by Tyo at 22 May 2008 04:18 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments INGATAN RINGAN TENTANG TEMPAT LAMA. Sudah beberapa kali saya ke bekas kantor untuk sejumlah urusan. Ketemu sejumlah bekas sejawat. Ngider ke beberapa lantai, saling sapa dan bertukar cerita. Tapi teman yang ini selalu terlewat. Baru tadi pagi saya sambangi. Tumben mereka tak menjauh. Tetap berkerumun di dekat saya. Mereka itulah ikan-ikan penghuni kolam teras depan, dari dalam ke arah tangga posisinya ada di sebelah kiri. Warga tanpa nomor induk, tanpa kartu nama bertali. Dulu saya sering menyambangi. Duduk atau jongkok di pinggir kolam. Biasanya pagi, sebelum pukul tujuh, ketika kantor masih sepi. Beberapa satpamwan mengetahui kebiasaan saya itu. Maka tadi ada yang nyeletuk, “Nengok teman ya, Mas?” Jarang saya siang-siang nongkrong di tepi kolam memandangi koi. Selain tak sempat juga kurang enak hati. Bisa-bisa disangka tak punya pekerjaan berarti atau sedang penat benak dan galau hati lantaran gaji. Dari sebuah tempat yang kita pernah menambatkan diri, ada saja kenangan. Sekolah, rumah, pondokan, dan kantor. Ada yang sekadar ingatan biasa, ringan, tanpa jejak mendalam. Ada pula yang terisi oleh melankoli. Perihal ikan-ikan, itu hanya ingatan ringan, tanpa jejak mendalam. Tapi saat menengok mereka saya merasakan kesenangan sesaat. Hampir lupa waktu padahal sudah ditunggu. Anda pun pasti punya ingatan tentang tempat lama. Jika tak ada sama sekali yang teringat mungkin Anda terkena amnesia. I'm Back by Willy at 22 May 2008 03:43 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Finally, after four days without Internet connection (i didn't bring my laptop too) in Surabaya, i'm back here in Jogja at 8.20 PM using Sancaka (train). I feel so strange for being out of Internet, even though it's only for four days. It's a great vacation and good for me too, since i never had quite a long vacation before, so it's my chance while i'm not too busy. It's also a great chance to see Surabaya after my last visit many years ago. I have seen lots of things here and i have recorded some interesting points on my mobile phone to be posted on my blog in the following days (it will be like a short summary of what i saw in this city). By the way, congratulations for Manchester United for their double title this year (EPL and Champion League). Even though you didn't repeat the treble title this year, it's been an outstanding performance you have shown us from the beginning of this season until the end of the title race. You deserved the title. Finally, Fedora 9 DVD by Willy at 22 May 2008 03:07 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Finally i can download Fedora 9 DVD from UGM . In the last few days, i have been trying to download the ISO from my campus and from my house, but it all failed. So last Sunday, when i had a class, i took my laptop and download via WiFI provided by UGM and i can download it directly from their repo with approximately less than one hour (3,3 GB). The speed varies, but it's faster than 800 KB/s (since it's considered local network in UGM). Too bad, Yahya already ordered the DVD from Vavai If only he would wait a little bit longer, he might be able to get it free of charge from me Bersilat di Benak dan Kaca Mata-mata by Tyo at 22 May 2008 02:26 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments KACA SPION PENAMPIL PEMANDANGAN BELAKANG. Saya mau pindah jalur. Menengok kaca spion. Ternyata mobil di belakang tak bergegas. Pengemudinya sedang membaca buku saku tipis. Sepintas tampak logo di sampul belakang: Gema. Itu nama penerbit seria cerita silat Cina karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo. Ada saja cara mengisi waktu di tengah lalu lintas yang merayap. Dari ngupil sampai baca. Sambil mengemudi. Pria itu, pagi tadi di Jakarta Selatan, memilih bersilat di benak ketimbang saling serobot dan sodok di dunia nyata. Penganjur keselamatan mengemudi tentu tak merekomendasikan menyetir sambil menyimak bacaan. Itu dianggap sama berbahayanya dengan menyetir sambil menelepon (tanpa headset) dan terlebih baca-tulis SMS. Tetapi di luar keselamatan berlalu lintas, melakukan sesuatu sambil menyetir memang merupakan godaan. Atas nama hemat waktu, demi pemanfaatan waktu, daripada bete, lebih baik multitasking . Siapakah yang peduli? Sepanjang tak ada kasus buruk, yang peduli adalah orang iseng. Misalnya sesama pelintas jalan yang berpapasan. Bisa juga pengendara mobil depan yang memergoki dari kaca spionnya. Kaca spion. Nama yang lucu. Dekat dengan spionase. Artinya memata-matai. Termasuk untuk urusan tak penting yang dilakukan oleh orang lain. Saya tak tahu apakah mobil-mobil pada awal penciptaan, ketika jalan masih dibanyaki kereta kuda, juga sudah berkaca spion kanan dan kiri.Adapun spion tengah mungkin tercipta ketika mobil sudah beratap. Menarik juga kalau memikirkan spion. Sebagai cermin, dia bukan benda baru dalam sejarah peradaban. Ketika kaca pengilon belum ada, dan lempeng perak pemantul bayangan belum ditemukan, orang bisa becermin dari air. Dari cermin air pula seorang pemuda jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Di kemudian hari, cuplikan mitologi Yunani itu dipakai untuk melabeli gejala kejiwaan bernama narsisisme — merujuk kepada Narcissus, putra Dewa Sungai Cephisus. Bloggers sering saling ledek sebagai narsisis. “Tepatnya”: narsis. Lantas untuk apakah kaca spion? Voyeurisme? Mungkin bila merujuk bocah-bocah laki bengal usia SD yang memanfaatkan cermin penyerut pensil untuk memuaskan rasa ingin tahu. Tapi di luar tafsir yang ngelantur itu, kaca spion sering dipakai sebagai lambang kehanyutan seseorang kepada masa lalu. Selalu menatap ke belakang selagi bergerak ke depan. Apapun tafsir dan perlambangnya, kaca spion adalah teman perjalanan. Kadang membantu, kadang tidak. Tak jarang memberi hiburan aneh. Wajah cantik dalam mobil belakang kadang hinggap di kaca spion mobil depan. Wajah cantik yang ngupil di tengah kemacetan. Mengambil Data Unik di Microsoft Excel by maseko at 22 May 2008 01:18 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Rizqul Akbar melalui email menanyakan bagaimana caranya untuk mencari data unik di Microsoft Excel. Dia juga menyertakan contoh data yang beberapa di antaranya mempunyai duplikat yang ingin dicarikan data uniknya. Gambar di samping bukan contoh data yang disertakan Rizqul Akbar, tapi contoh yang saya reka sendiri. Dari tabel tersebut akan kita coba untuk menampilkan [...] Seminar: All about Ubuntu - FKI @ JCC by Harry at 22 May 2008 04:10 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Iseng-iseng pagi ini saya melihat-lihat kumpulan draft yang ada di blog saya, lha ternyata saya belum posting soal hasil seminar ini tho ! Alamak…. kirain sudah, hihihi. Padahal sudah banyak event selanjutnya, hehe… termasuk seminar Ubuntu lagi di JHCC dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak lagi daripada yang ini. Anyway, ya inilah kebiasaan saya yang terpaksa dilakukan karena keterbatasan waktu yang ada — ketika ada waktu luang, saya langsung posting banyak sekaligus. Nah, kemudian posting tersebut akan terus muncul satu per satu secara otomatis, walaupun sebetulnya pada saat tersebut saya sedang tidak menyentuh blog saya. Sangat membantu sekali. Cuma ya jadinya begini, kadang-kadang ada posting yang belum selesai, tapi lupa saya follow up OK, kembali ke seminar Ubuntu; yang saya masih ingat adalah keterkejutan saya karena ramainya peserta. FULLY BOOKED, sejak ***beberapa hari*** sebelum acara Absolutely awesome ! Alhamdulillah respons dari masyarakat sangat antusias. Kami jadi bertekad untuk berusaha melayani dengan sebaik-baiknya agar tidak mengecewakan. Acara dibuka oleh Andi Darmawan, ketua komunitas Ubuntu Indonesia. Pada sesi tersebut diperkenalkan mengenai Ubuntu, serta demonstrasinya secara live. Mungkin kita sudah biasa menggunakan Ubuntu sehari-hari, namun bagi banyak orang ini masih merupakan sesuatu yang baru dan sangat menarik. Tidak lupa juga didemokan berbagai efek 3D built-in dari Ubuntu — yang juga bisa dinikmati bahkan tanpa perlu ada 3D accelerator card di komputer Anda ! Sangat memikat tentunya. Kemudian dilanjutkan dengan selingan ringan yaitu film Elephants Dreams , film pertama di dunia dengan lisensi open source (creative common), dan juga dibuat 100% dengan software open source. Hasilnya tidak kalah dengan film-film dari raksasa Hollywood. Hadirin nampak menikmatinya, dan saya sendiri (karena dulu sempat berkutat di bidang 3D rendering / animasi secara amatir) sangat terpukau dengan apa yang saya saksikan. Dulu bidang ini hanya bisa dilakoni oleh mereka yang memiliki akses ke software 3D dengan harga yang luar biasa mahal. Kini, siapa saja bisa menikmatinya. Bravo open source ! Setelah itu acara dilanjutkan oleh Edi Setiawan dari KSL-UBL (Kelompok Study Linux - Universitas Budi Luhur), yaitu berupa tutorial Blender. Terus terang pada saat ini saya tidak terlalu bisa memperhatikan, karena sedang sibuk memeriksa ulang bahan presentasi saya. Padahal saya juga ingin tahu secara lebih detail mengenai Blender sebetulnya. Nasib…. Terakhir giliran saya, dimana kemudian saya membawa materi seputar Ubuntu dan pemanfaatannya secara riil (perusahaan, institusi, dst), dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Surprise - animo peserta sangat luar biasa. Sesi tanya jawab akhirnya terpaksa saya cut, karena kita melebihi batas waktu yang diberikan Sangat banyak pertanyaan yang disampaikan. Memang informasi seputar Linux/Ubuntu masih sangat diperlukan oleh masyarakat kita. Dan dari setiap pertanyaan, juga menjadi diskusi yang sangat menarik. Ini adalah salah satu tantangan kita, para aktivis open source, yaitu untuk bisa mendengar pertanyaan mereka, dan kemudian menyampaikan jawaban/solusi yang mereka butuhkan. Tidak mudah, makanya namanya adalah “tantangan” Setelah melewati batas waktunya, akhirnya seminar ini berakhir. Tidak lupa kami menyampaikan banyak terimakasih kepada tim majalah CHIP Indonesia yang telah berkenan mengundang kami untuk mengisi acara tersebut. Semoga selanjutnya makin banyak kerjasama yang bisa kita lakukan, Amin. Dan tentu saja terimakasih kepada semua peserta & tim ubuntu indonesia yang telah hadir. Semoga acara-acara kita selanjutnya terus semakin sukses. Maju terus open source Indonesia ! Iklan-iklan Para Politisi Di TV (Mari Berlomba-Lomba Jadi Presiden) by Adinoto at 22 May 2008 03:16 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Belakangan ini marak para politisi beriklan dengan segala mantra nya di televisi. Fenomena ini menyesakkan dada. Dengan spot iklan TV yang ratusan juta per sekian menit tayang, saya ga habis pikir beberapa hal: 1. Partai duitnya dari mana ya bisa konsisten ngiklan, lah secara bukan badan usaha? 2. Kalo hidup adalah perbuatan, apakah ga lebih baik diganti ke perbuatan dana iklannya dialihkan jadi bikin sekolah gratis, bantuan buku gratis, ato bantu masyarakat bisa mandiri sayur-mayur, lauk pauk bisa swasembada pak? Dengan jumlah pemilihan daerah ada 300 lebih mungkin kalo setiap kepala daerah ngiklan di TV juga (yang udah mulai rame trendnya) per 30 menit, kayaknya TV Indonesia semua bakal penuh dengan iklan TV politisi dan sinetron + iklan 10 besar barang komoditi harian. Buat stasiun televisi, selamat! Minimal anda ga bakal bangkrut menuju 2009. Banyak order bung! Buat rakyat, selamat anda sudah disajikan dagelan paling besar abad ini *Mending kembali ke desa lagi ah… Back Links DOT com : how I teased Google - and its reply by Harry at 22 May 2008 01:42 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments About 3 months ago I found out about Back Links dot com (let’s call it BLDC from now on). Seems like another TextLinkAds site, which can get you banned by Google. However, after closer inspection, seems like BLDC is more “invisible” than those other backlinks marketplace. Basically its script is PHP script. So it’ll be harder to detect, unlike the Javascript ones. Well, theoritically. Anyway, although it’d be harder to detect, it’s also harder to install for newbies. To my surprise, the support team of BLDC is very responsive. They are even willing to install the script for you on your website. This kind of service is not easy to find. And they treat everyone the same; even when I tried to obtain support for lower-pageranked websites. So I thought, let’s see if Google can detect this on my blog It’d be cool if Google actually able to detect it as well. Therefore I installed it in this blog’s footer. You may have noticed it (or not, it was at the bottom of the page anyway) To my surprise; more than 2 months passed, Google didn’t do anything, and the links are selling like hotcakes. Amazing. It’s literally easy money - you do nothing, yet you kept on getting emails almost everyday telling that another link has been sold. I thought it’s safe now to conclude that BLDC is, well, safe. I was proven wrong very quickly. In a routine check days later, I found out that this blog got its pagerank dropped to zero. None. Null To make sure it’s not a fluke (sometimes this happens when Google is updating its datacenters around the world), I waited for several days, and kept checking. It only confirmed it. The zero rank status stays. Panic attack ! Just kidding… I don’t really care about this blog’s pagerank anyway, that’s why I did this experiment in the first place. My curiosity got the better of me, he he Now is the ultimate test - I deleted the BLDC code from my site. If it’s the culprit, Google would soon lifted the ban. And, to my surprise, it happened. Just in about 3 days, this blog got its previous pagerank back. So, I think it’s safe to conclude that Google is able to detect even BLDC, and punishes those who are selling (and most likely buying) on it as well. I don’t know how Google accomplish it though. I have Google analytics installed, but it should not be able to detect BLDC’s php script. Another possibility is that a Google employee created an account at BLDC, and monitor the sellers there. At first I thought this is not feasible, but with BLDC’s 100K rank in Alexa, it may very well is worth someone’s time at Google to do so. Any other ideas ? So as always, don’t sell backlinks. Google has always prohibited this, and WILL make you pay I’ve confirmed it personally in this little experiment. Enjoy. Rilis SUSE Linux Enterprise 10 (SLE) Service Pack 2 by Vavai at 22 May 2008 01:42 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Novell per kemarin (Rabu, 21 Mei 2008) mengumumkan tersedianya SUSE Linux Enterprise (SLE) 10 Service Pack 2. Rilis Service Pack 2 ini tersedia baik untuk versi server (SUSE Linux Enterprise Server / SLES) maupun versi desktop (SUSE Linux Enterprise Desktop). " Novell today announced the availability of SUSE Linux Enterprise 10 Service Pack 2 (SP2), containing enhancements in virtualization, management, hardware enablement and interoperability. SUSE Linux Enterprise Server 10 SP2 is the only Xen-based virtualization solution with full support from Microsoft for Windows Server 2008 and Windows Server 2003 guests and live migration of those guests across physical machines. " This release provides security fixes and feature enhancements to SUSE Linux Enterprise 10, originally released in July 2006, but also includes package updates for popular software, such as Firefox (2.0.0.14) and OpenOffice.org (2.4.0). Service Pack 2 bagi SLE dapat didownload dari http://www.novell.com/products/server/ atau http://www.novell.com/products/desktop/. Akses pada menu download ini menggunakan account single sign on dari Novell Ichain. Saya sendiri mendownload 2 DVD iso SP2 untuk SLES di kantor menggunakan account login yang saya dapatkan dari openSUSE. Salah satu yang saya tunggu dari SP2 ini adalah dukungan one-click-install yang sudah disediakan pada openSUSE 10.3 dan dukungan bagi zypper package manager yang sudah tersedia sejak openSUSE 10.2 dan mengalami improvement yang lengkap sejak openSUSE 10.3. Zypper adalah salah satu feature terbaik dari openSUSE yang akan disertakan secara default pada openSUSE 11.0 yang akan dirilis pada 19 Juni 2008. Untuk keterangan lengkap mengenai SLE SP2, silakan baca press release . Rilis Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 5.2 by Vavai at 22 May 2008 01:20 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Red Hat mengumumkan rilis terbaru dari produk enterprise mereka, yaitu rilis Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 5.2. Rilis ini merupakan update kedua dari seri produk RHEL 5.x dan termasuk kedalam rilis major. Today we released the second update to Red Hat Enterprise Linux 5. As with earlier minor releases, Red Hat Enterprise Linux 5.2 comes with a broad set of bug fixes, updated hardware support capabilities, quality improvements, and a set of new software features that have been backported from upstream open source projects to the Enterprise Linux 5 code base. Of course, we don?t normally make a big deal about the release of a minor version, but for this update we?ve decided to go wild and issue a pair of blogs. In this one we will talk about the new features and capabilities on Red Hat Enterprise Linux 5.2. In the other we will highlight something that we are proud of and applies to all Red Hat Enterprise Linux releases, our software maintenance and lifecycle policies. More... Rilis 5.2 menyertakan berbagai perbaikan dan update terbaru dari software yang disertakan, diantaranya : Virtualization Enhancements (dukungan memori hingga 512 GB dan mendukung hingga 64 CPU per sistem), enkripsi dan aspek keamanan, custering, update Evolution 2.12.3, Firefox 3 (beta), OpenOffice 2.3.0 dan Thunderbird 2.0. Dukungan Support ODF & PDF pada Microsoft Office by Vavai at 22 May 2008 12:49 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Microsoft akhirnya menambahkan dukungan pada file dokumen ODF (Open Document Format) dan PDF. ODF adalah tipe format yang didukung oleh Open Office, IBM Lotus Symphony, KOffice dan Star Office, sedangkan PDF adalah tipe dokumen standar yang dikeluarkan oleh Adobe. Support pada ODF dan PDF ini rencananya akan disertakan pada Microsoft Office 2007 melalui Microsoft Office Service Pack 2 yang diharapkan dapat diluncurkan pada 6 bulan pertama tahun 2009. Secara spesifik, Service Pack 2 akan menyertakan dukungan format file pada PDF 1.5, PDF/A dan ODF v1.1, termasuk XPS (XML Paper Specification). XPS adalah format file buatan Microsoft yang sama dengan Adobe PDF. PDF 1.5 adalah spesifikasi yang dibuat dan dikelola oleh Adobe, sedangkan PDF/A adalah format standar PDF yang dikelola oleh International Organization for Standardization (ISO). Continue reading "Dukungan Support ODF & PDF pada Microsoft Office" 21 May 2008 Visualisasi Informasi by rahard at 21 May 2008 11:34 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Di hadapan saya ada buku “Envisioning Information” karangan Edward R. Tufte. Buku ini hasil pinjaman dari Tita esduren. Katanya buku ini merupakan salah satu yang terbaik untuk visualisasi informasi. Sepintas memang asyik bukunya karena banyak gambarnya. ha ha ha. (kok itu yang dipentingin ya?) Ceritanya saya sedang mencoba mencari ide untuk visualisasi informasi yang jumlahnya banyak. [...] Pengalaman Pertama Withdraw dari PayPal ke Bank Mandiri by maseko at 21 May 2008 07:24 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Sejak dimungkinkannya menarik dana (withdraw funds) dari PayPal ke bank-bank di Indonesia, sepertinya sudah banyak orang-orang yang berhasil melakukannya. Namun, bagi saya proses beberapa hari ini merupakan pengalaman pertama melakukan withdraw dana dari PayPal ke Bank Mandiri. Saya tulisan di sini sekedar membuat catatan jika saya pernah melakukan penarikan dana dari PayPal ke rekening [...] Mozilla Firefox 3 RC 1 Portable Edition by maseko at 21 May 2008 06:26 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Mozilla Firefox 3 sudah masuk tahap Release Candidate 1. Sebelum final release-nya keluar, plugin-plugin must to have sudah mensupport, maka seperti versi Beta sebelumnya, sementara akan mencoba-coba dulu dengan Mozilla Firefox 3 RC 1 Portable Edition yang memang sudah tersedia. – Mozilla Firefox, Portable Edition 3 Release Candidate 1 Announced: Truveo Developer Challenge by Arif at 21 May 2008 04:43 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments TopCoder created a huge contest with huge prize purse for developer everywhere, Truveo Developer Challenge , a challenge to create a mashup of Truveo , a video search website owned by AOL . This contest giving $10,000 for 9 competitors for best mashup. And all other 20 get $500. Welcome to the $100,000 Truveo Developer Challenge, powered by TopCoder. Thousands of dollars (and lots of T-Shirts) await the developers who can most creatively use the Truveo API to build an original application. Over 100 million video clips are indexed and searchable on Truveo, and now the tools are in your hands to build something amazing! Truveo is one of the largest video search engines on the Web and the search engine that powers many of the Web’s most popular video destinations. Truveo currently powers video search for AOL , Microsoft Corporation, CNET ’s Search.com, Brightcove, Qwest, Kosmix, CSTV , Infospace, Excite, and hundreds of other applications worldwide. Across the network of websites it powers, Truveo reaches an audience of over 40 million users every month. The Truveo video search engine is widely recognized as being the most comprehensive and up-to-date video search service on the Web. More detailed information please visit Truveo Developer Challenge Open AIM Developer Challenge Winners by Arif at 21 May 2008 04:36 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Congratulations to everyone who participated in the $100,000 Open AIM Developer Challenge ! Here are the nine $10,000 first place winners, and the 20 $500 second place winners as determined by the 5 categories of TopCoder Community Favorite, “Most Innovative” and “Best use of API ” as judged by the competition staff, AOL staff favorite and usage. My Italian friend, Amiune, got one of $10,000 purse. Congratulations! Visit Open AIM website for detailed list of winners. Some TCO '08 News by Arif at 21 May 2008 04:13 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Sorry if I am not able to post some detailed post, but here some news update about TCO ’08. CIO : Where Programming Meets American Idol Everyone who pays for custom application development wants to believe he’s hiring the best. But statistically, we’re all average. If an enterprise IT department wants Web design services and application development that’s measurably the best— based on adherence to client software requirements, established metrics, and the inability of other developers to kick holes in the code—it might well turn to one of the oldest competitive methods in history: hold a contest. That’s the premise behind TopCoder, an online community of 100,000 developers from all over the world. Client projects are broken into well-defined, manageable components (just as you do in-house, right? Right?); a cash prize is offered for each component’s successful completion. With dozens or hundreds of developers vying to be the winner, and several (developer and client) judges examining the submissions and providing detailed feedback, the winning component is, indeed, the very best you can get for the money. WSJ : Keeping it Simple Pays for a Champion Coder A tournament for computer programmers crowned a champion yesterday afternoon. The winner’s secret: avoiding bells and whistles, and asking questions until he knew exactly what the judges wanted his software to do. roberts_10pt_l_20080516014031.jpg Tim Roberts kept it simple We won’t pretend that this story is sexy. But it’s certainly instructive. The majority of tech projects miss the mark somehow: They’re either delivered late or fail to meet expectations — or both. Two of the main reasons for this are poor communication between the information-technology department developing a system and the business people who intend to use it, and an influx of new requirements that cause a project to get derailed. And also, some press release by TopCoder, also mentioned my name in it: EarthTimes: Poland, U.S., Brazil and Philippines Win Computer Programming Gold in 2008 TopCoder Open Programming athletes from Poland, the U.S., Brazil and the Philippines were named champions in the Algorithm, Design, Development, Studio Design and Marathon Match events of the 2008 TopCoder Open at the Mirage Resort in Las Vegas this week. and… The TopCoder Studio Graphic Design winner was Nino Rey Ronda, aka ‘oninkxronda’, of the Philippines with Maureen, ‘sweetpea’, of Indonesia and Arif Widianto, ‘oton’, also of Indonesia, rounding out the top finishers. A Very Annoying X Problem by Andika at 21 May 2008 03:24 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments I've bitten again by a very intermittent X problem. Sometimes my X run smoothly for a month (with many hibernates in between), but these last couple of days, it stroked twice! I can't find any informative messages in logs. Not in any /var/log/X*, /var/log/messages, /var/log/syslog, ~/.xsession-errors. This .xsession-errors is ultimately can't be used for anything! It doesn't have timestamps on Top 10 Google Flubs, Flops, and Failures by Benny at 21 May 2008 12:48 PM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Top 10 Google Flubs, Flops, and Failures : Kalau menurut pepatah jadul: tak ada gading yang tak retak Moving to WP.Com by Kemas at 21 May 2008 11:56 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments After taking some time to think and finally I decide to host my blog activities on WordPress.Com. I am not going to tell you the exact reasons. But, one thing for sure, I have many things to do in the real world than keeping my eyes closely to this website. I need a solution that let me focus on the content itself. As side effect of this decision, all downloads and services provided previously on this domain name will be not accessible for a while. My apology for this inconvenience. I will inform you later about this when the timing is good. That will be all for now. I hope I could resume all things immediately. Thank you for your attention and understanding. Logika Bagong (Berhitung Soal BBM dan BLT) by Adinoto at 21 May 2008 11:45 AM UTC. — del.icio.us — digg — other blog's comments Congratulations. Hari ini Dr. Sri Mulyani mengumumkan kenaikan BBM 28.7%, berarti harga Premium naik dari 4.500 rupiah per liter menjadi sekitar 5.800 rupiah per liter. Hari ini juga demo mahasiswa dimana-mana mengingatkan kejadian 10 tahun yang lalu. Buat saya pribadi 10 tahun yang lalu adalah masa-masa kelam karena pada masa itu masih bekerja dan tinggal di Jakarta. Salah satu pengamat muda di TV tadi (sorry lupa namanya), menyatakan dari hasil survey bahwa seorang jomblo hidup sendiri membutuhkan biaya hidup perbulan 753 ribu rupiah per bulan, sedangkan yang sudah berkeluarga/ngontrak/harus mengandalkan transportasi membutuhkan 1.800 ribu per bulan. Ajaibnya UMR sekarang dalam kisaran 900 ribu rupiah per bulan, nah yang saya ga ngerti “What the hell the government thinking kalo 50% lebih penduduk adalah pekerja disebut SUBSIDI SELAMA INI DINIKMATI OLEH ORANG KAYA”. Ajaib banget. Berarti 50% lebih penduduk Indonesia mungkin dianggap sudah mampu menghidupi dirinya sendiri (dan dijamin ga bakal terkena imbas karena kenaikan harga-harga barang, transportasi, dan lain-sebagainya sebagai efek domino kenaikan BBM). Yang lebih ajaib adalah pemerintah dengan menyatakan dengan mantra ajaibnya bahwa SUBSIDI, TIDAK TEPAT SASARAN, dan jargon-keren itu, mengalihkan “so called subsidi” itu ke Bantuan Langsung Tunai. Yang gua ga habis pikir, sebenarnya nilai yang disubsidi itu berapa? Dan apa setara dengan nilai Bantuan Langsung Tunai yang akan pemerintah berikan ke masyarakat miskin? Kalo setara = neraca tetep defisit dong boss? Kalo gitu = basa-basi doang BLT nya dong (boleh dong gua asumsi gitu). Lagian bukannya “Fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang terlantar dipelihara oleh Negara?” Terakhir gua cek waktu gua SD ya gitu tuh bunyi UUD’45. Emang pemerintahan ini keblinger semua. Mungkin lebih tepat gua cuma bisa deskripsikan “Yang Jadi Pejabat Kelamaan Jadi Orang Gedongan, Ga Pernah Ngerasain Jadi Rakyat!! Sekem semua…”. Udah deh lah kita cuma rakyat cuma bisa nerima. Yang ruling negara kan mereka-mereka eksekutif. Yang problem itu sebenarnya bahwa nilai rupiah ini sekem sekali dan tidak mungkin memenuhi kebutuhan hidup orang banyak. Lah wong kita aja pengusaha swallow (swasta loyow) masih ga ada tai-tainya penghasilannya sama kacung kerah putih di luar negeri. Lah Presiden gajinya aja masih ngiri sama Direktur BUMN. Presiden gajinya 65 juta, Direktur BUMN bisa 300jt lebih belum tunjangan ini itu. Nah problemnya gaji segitu sih terakhir gua liat sama dengan gaji engineer biasa di luar negeri. Rupiah rupiah. Nasibmu kini. About Planet Terasi Planet Terasi is an aggregate blog about technology in general with a preference for original Indonesian-related technology content . Occasionally it may include other non-technology posts that are still Indonesian-related. Personal posts may creep in once in a while (blogs are supposed to be personal after all), but inhabitants are generally encouraged to either keep personal posts to a minimum, or provide a specific feed (e.g. by tag) for Planet Terasi. Planet Terasi may contain articles in Bahasa Indonesia and in English. Planet Terasi is maintained by Ronny Haryanto . Please contact the maintainer if you have any questions, feedback, comments. Planet Terasi is updated every hour and was most recently updated at 23 May 2008 07:05 AM UTC . Planet Inhabitants 'Sarapan Ekonomi, (feed) Abe Poetra (feed) Achmad Husni Thamrin (feed) Adinoto (feed) Affan Basalamah (feed) Agus Setiawan (feed) Ahmad SS Ramadhana (feed) Aku Ingin Hijau (feed) Alex Budiyanto (feed) Andika Triwidada (feed) Andry S Huzain (feed) Antony Pranata (feed) Ardian Lazuardi (feed) Arif Widianto (feed) Aris Priyantoro (feed) Ariya Hidayat (feed) Asfihani (feed) Beast (feed) Benny Chandra (feed) Boy Avianto (feed) Budi Baliwae (feed) Budi Putra (feed) Budi Rahardjo (feed) Budiwijaya (feed) David Sudjiman (feed) Denny (feed) Didats Triadi (feed) Dudi Gurnadi (feed) Eko Juniarto (feed) Eko Juniarto (feed) Eko Pramuyanto (feed) Enda Nasution (feed) Enda Nasution (feed) Eris Ristemena (feed) Ervan Setiawan (feed) Firman Firdaus (feed) Gempur SR (feed) Hardjono (feed) Harry Sufehmi (feed) Hendy Irawan (feed) Idban Secandri (feed) Ikhlasul Amal (feed) Indonesia Petroleum Watch (feed) Indra Pramana (feed) Irwin Day (feed) Irwin Day (feed) It Pin (feed) Ivan Lanin (feed) Julius Sirait (feed) Kemas Yunus Antonius (feed) Kemas Yunus Antonius (feed) Khairul Ummah (feed) Kuncoro Wastuwibowo (feed) Kuncoro Wastuwibowo (feed) Looping Terus (feed) Masim Vavai Sugianto (feed) Merdeka Blog (feed) Michael Sunggiardi (feed) Mohammad DAMT (feed) Muhammad Rofiq (feed) Muhammad Takdir (feed) Nana Suryana (feed) Nanda Firdausi (feed) Nurul Wibawa Cahya (feed) Okto Silaban (feed) Open Source (feed) Oskar Syahbana (feed) Paman Tyo (feed) Pipit (feed) Pipit (feed) Polisi EYD (feed) Polisi EYD (feed) Priyadi Iman Nurcahyo (feed) Pujiono (feed) Rahmat M. Samik-Ibrahim (feed) Rendy Anthony (feed) Rendy Maulana (feed) Reza Muhammad (feed) Risiyanto Budi (feed) Romi Satria Wahono (feed) Ronny Haryanto (feed) Steven Haryanto (feed) Sugeng Widodo (feed) Thomas Arie Setiawan (feed) Wahyu Wijanarko (feed) William Pramana (feed) Willy Sudiarto Raharjo (feed) Wiryanto Dewobroto (feed) Yahya Kurniawan (feed) Yulian F. Hendriyana (feed) blogindonesia (feed) gobzip (feed) Syndication RSS 2.0 RSS 1.0 OPML FOAF You Might Be Interested In Indonesian Blogs Search W3 Google Reader Del.icio.us Technorati Who Links To Me? Disitu.com BlogShares Google Search Disclaimers All blog posts are the personal views of the inhabitants and do not necessarily reflect Planet Terasi and its maintainer's views. Planet Terasi and its maintainer may not be held responsible for the contents of the inhabitants' individual blogs. Please consult the individual blogs for licensing and copyright information. Powered By Congratulations, you have reached the bottom of the page! You can take a break now. This page is best viewed with your eyes opened and your mind relaxed. I use Myriad Pro as the font, but you can choose whatever you like in your browser's preferences.